Header Ads

ads

Monophone 2014: Menggambarkan Indonesia dengan Cara Menyenangkan dan Menarik

Lebih dari 400 orang memadati di Hall of Fame Limkokwing University, Malaysia untuk menyaksikan acara yang digelar oleh Merah Putih Club, sebuah organisasi pelajar Indonesia yang kuliah di Limkokwing University.

Sebelum acar dimulai penonton dapat menikmati berbagai macam masakan khas Indonesia di Pakseda Bazaar. Tak hanya bazar, di Gallery Art Exhibition penonton juga disuguhi karya-karya seniman muda berbakat dari Indonesia seperti: Nadya Puspa, Thomas Kurniawan, Aban Goldrick dan Mario Ardi.

Dalam kesempatan ini beberapa musisi Indonesia berkesempatan untuk tampil yakni: Recall Band; sebuah band indie yang digawangi empat personil (Andika, Andi, Ompi dan Chico), Bubugiri; duo musik akustik yang digawangi Bubu dan Giri, serta Barry Likumahuwa Project (BLP) group musik yang dikomandoi Barry Likumahuwa ini sudah tak diragukan ke-eksistensinya di kalangan penggemar musik jazz Indonesia.



Selanjutnya penonton disuguhi Tari Saman dengan gerakan yang cepat serta diiringi musik tradisional Indonesia (Aceh), perpaduan harmoni yang menawan. Tarian yang dibawakan 22 orang penari ini membuat penonton terkesima. Seolah tak ingin kehilangan momen, penonton mengabadikan setiap gerakan penari dengan smartphone atau kamera mereka. Selain tari Saman, ada Modern Dance yang menggabungkan berbagai macam gerakan, mulai dari gerakan hip-hop hingga gerakan kontemporer.


Tahun ini Monophone menyajikan gelaran Fashion Show, dimana para model ini mengenakan pakaian tradisional dari berbagai propinsi di Indonesia. Para model adalah pelajar Internasional yang berasal dari Kazakhstan, Pakistan, Ethiopia, Laos, China dan Malaysia.
"Saya senang dengan acara Monophone 2014 terlibat sebagai model, ini adalah pengalaman luar biasa bagi saya karena berada disini hari ini. Saya memakai baju kebaya, dan saya sangat suka karena untuk pertama kali saya memakainya." ungkap Tanisha, mahasiswi asal Malaysia.

Suksesnya gelaran serta konten acara Monophone 2014 layak menjadi apresiasi teman-teman Merah Putih Club, banyak hal untuk mempersiapkan acara ini termasuk berburu dekorasi di Indonesia dan membawanya ke Malaysia.

"Kami ingin sesuatu yang berbeda, sesuatu yang menggambarkan Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan menarik" tutur I Putu Aditya Prabawa Budiasa, Presiden Merah Putih Club.

Wakil Presiden Merah Putih Club, Frendy Wijaya mengungkapkan "Kami percaya, setiap awal yang bagus memiliki hasil yang besar dan kita semua mendapatkannya. Kami kerja keras dalam proses pembuatan Monophone 2014 telah dibayar, Tuhan tidak pernah tidur dan Dia tidak akan membiarkan kita jatuh."

Bagaimana kehebohan dan serunya Monophone 2014? Berikut salah satu cuplikannya, penampilan BLP ft. Bubugiri membawakan salah satu single dari album terbaru BLP, Innerlight.


Ini video pertunjukan Tari Saman Monophone 2014 yang mengundang decak kagum dan peroleh applause dari penonton.

Seru banget kan? :D Sukses untuk Merah Putih Club atas terselenggaranya Monophone 2014 ini, sukses juga untuk kegiatan selanjutnya. :)

No comments